Liburan di Kampung Maas Distrik Karas Fakfak

Kabupaten Fakfak di Provinsi Papua Barat menyimpan sejuta potensi liburan tersembunyi yang membikin takjub.

Salah satunya di sebuah kampung pesisir ialah Kampung Maas, Distrik Karas, Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat.

Untuk menuju Kampung Maas di Distrik Karas, dari Pelabuhan Laut Fakfak, wisatawan bisa menggunakan 2 kapal kecil yang beroperasi ialah KM Sabuk Nusantara 42 dan KM Sabuk Nusantara 75. (*)

Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menyimpan sejuta potensi liburan tersembunyi yang membikin takjub.

Satu di antaranya kampung pesisir ialah Kampung Maas di Distrik Karas, Kabupaten Fakfak.

Untuk menuju Kampung Maas, wisatawan bisa menggunakan 2 kapal kecil yang beroperasi ialah KM Sabuk Nusantara 42 dan KM Sabuk Nusantara 75, dari Pelabuhan Laut Fakfak.

Pelancong cukup spaceman slot mengeluarkan Rp 16.000 untuk tiket keberangkatan.

Waktu tempuh dari Pelabuhan Fakfak ke Kampung Maas Distrik Karas kurang lebih 6 jam.

Pelancong akan tiba di Pelabuhan Malakuli Karas lalu bisa menyewa atau menaiki perahu jemputan menuju Kampung Maas dengan estimasi waktu beberapa menit saja.

Setiba di Kampung Maas, panorama khas pesisir dan gapura selamat datang akan menyambut para wisatawan.

Di Kampung Maas telah terdapat fasilitas pendidikan dari SD sampai SMA, fasilitas kesehatan berupa Puskesmas, sampai fasilitas air bersih, dan jaringan dunia maya memadai.

Cuma, listrik yang belum sepenuhnya terlayani untuk kebutuhan 24 jam per hari.

Meski demikian, Kampung Maas menyimpan sejumlah potensi objek liburan yang wajib mendapatkan perhatian serius untuk dimaksimalkan.

Wisata Tersembunyi Yang Ada Di Lubuk Linggau


Lubuk Linggau adalah kota yang kaya akan keindahan alam dan memiliki potensi wisata yang menarik. Meskipun mungkin tidak sepopuler destinasi wisata besar lainnya, tetapi ada beberapa tempat tersembunyi yang layak dikunjungi di sekitar Lubuk Linggau. Beberapa di antaranya mungkin belum raja zeus banyak dikenal tetapi memiliki pesona tersendiri. Berikut beberapa contoh:

  1. Air Terjun Curug Gelanggang: Terletak di Desa Cugung Kanan, kecamatan Lubuk Linggau Utara I, air terjun ini menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan. Anda dapat menikmati udara segar sambil menikmati keindahan alam sekitar.
  2. Danau Serelo: Meskipun tidak terlalu besar, Danau Serelo menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang menarik. Cocok untuk berbagai aktivitas seperti memancing, piknik, atau sekadar bersantai menikmati pemandangan.
  3. Pemandian Air Panas Ranau: Jika Anda menyukai kegiatan berendam, Pemandian Air Panas Ranau adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Air panas alami ini diyakini memiliki manfaat kesehatan dan juga menyuguhkan pemandangan alam yang mempesona.
  4. Bukit Kapur Mandiangin: Terletak di sekitar Kecamatan Lubuk Linggau Timur I, bukit kapur ini menawarkan pemandangan yang spektakuler. Dari atas bukit, Anda dapat melihat panorama alam yang luas dan hijau sekitar Lubuk Linggau.
  5. Kebun Raya Lubuk Linggau: Tempat ini adalah surga bagi para pecinta tumbuhan dan alam. Anda dapat menjelajahi berbagai jenis flora lokal yang menakjubkan serta belajar tentang keanekaragaman hayati daerah tersebut.

Pastikan untuk melakukan penelitian lebih lanjut atau bertanya kepada penduduk setempat untuk menemukan lebih banyak tempat tersembunyi yang menarik di sekitar Lubuk Linggau.

Pembakaran Lahan Tebu PT PG Gorontalo Dikritisi, Melanggar Tertib Lingkungan?

Gorontalo – Hampir tiap panen PT. PG Gorontalo kerap menjalankan pembakaran tebu demi mempercepat panen dan menekan tarif produksi. Bahkan, pembakaran tebu telah menjadi salah satu sistem panennya. Akan tetapi, yang menjadi mahjong slot pertanyaannya apakah pembakaran hal yang demikian resmi atau illegal?

Pemerhati peraturan, Mohamad Zachary Rusman mengatakan bahwa, secara normatif pembakaran tebu bertentangan dengan peraturan lingkungan dan kesehatan. Dikarenakan, tindakan hal yang demikian berpengaruh besar pada lingkungan dan masyarakat.

Pembakaran tebu tidak cuma mencemari udara dengan meningkatnya emisi udara berbahaya, tetapi juga merusak lingkungan sekitar secara keseluruhan. “Tertib ini diperkuat dengan hasil penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan bahwa paparan jangka panjang terhadap polusi udara bisa meningkatkan risiko gangguan pernapasan, penyakit jantung, kanker dan pun kematian prematur,” kata Mohamad Zachary.

Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Tertib Universitas Trisakti Jakarta itu menerangkan, pembakaran lahan tebu, menjadikan zat-zat seperti karbon dioksida, karbon monoksida, dan partikel-partikel kecil. Zat hal yang demikian bisa berkontribusi pada pencemaran udara yang bisa berbahaya kesehatan masyarakat luas.

“Dari segi emisi, pembakaran tebu menjadikan polutan udara dengan beragam jenis zat berbahaya lainnya. Dia ini tidak cuma berpengaruh buruk pada kesehatan manusia, tetapi juga menyebabkan pencemaran udara yang merugikan bagi ekosistem lokal dan global,” ujarnya.

juga menerangkan, bisa disimpulkan pembakaran tebu oleh PT. PG Gorontalo yakni kriminal dan layak mendapatkan hukuman yang layak dengan pengaruh yang ditimbulkan. Dijelaskannya, ini sebetulnya telah dikontrol di ketetapan peraturan-perundangan terkait, seperti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

WN India Dideportasi Usai Terlibat Pencurian Laptop di Bandara Ngurah Rai

Badung – Warga negara asal India berinisial KSA (44) dideportasi dari Bali. KSA diusir usai terlibat pencurian tas berisi laptop di Bandara Ngurah Rai.

Dilansir detikbali, Rabu (10/4/2024), peristiwa pencurian yang melibatkan KSA terjadi pada tahun 2023. Dia lalu ditetapkan bersalah dan menjalani penahanan di Lapas Perempuan Kerobokan.

KSA kemudian dinyatakan slot hari ini bebas sejak 10 bulan lalu. Pihak imigrasi Bali lalu melakukan deportasi kepada KSA hari ini.

“KSA dideportasi (hari ini) melalui Bandara Internasional Ngurah Rai menuju Mumbai India dengan Pesawat IndiGo dengan nomor penerbangan 6E1606 transit di Bengaluru kemudian dilanjutkan dengan penerbangan 6E5255 tujuan Mumbai,” kata Kepala Imigrasi Ngurah Rai Putu Suhendra Tresnadita.

Suhendra mengatakan KSA masuk ke Bali pada 24 Juni 2023. Perempuan asal kota Mumbai itu berbekal visa kedatangan (Visa on Arrival/VoA) seusai mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai.

KSA diterbangkan ke India pada Selasa (9/4) sekitar pukul 11.30 Wita. Suhendra mengatakan deportasi itu sesuai peraturan Keimigrasian pasal 75 Ayat (1) Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan biaya yang ditanggung sendiri. Nama KSA juga sudah diusulkan masuk dalam daftar cekal.

“Kami memastikan setiap WNA yang melanggar aturan hukum di Indonesia dan sudah berkekuatan hukum tetap akan diusir keluar wilayah Indonesia. Namanya akan kami usulkan masuk dalam daftar cekal,” ungkap Suhendra.