Gerindra soal Menkes Mau Jadi Menteri Penerangan: Sepertinya itu Gimik

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin buka suara terkait dirinya yang diisukan bakal menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) dalam kabinet pemerintahan baru pada periode mendatang.

Menanggapi itu, Budi malahan sempat mau menjadi Menteri Penerangan.

Terkait hal itu, Politikus slot spaceman Partai Gerindra Kamrussamad mengaku apa yang dipersembahkan Budi tidak serius.

Menurutnya, mantan Wakil Menteri BUMN itu hanya untuk menarik perhatian saja atau gimik.

“Sepertinya itu gimik,” kata Kamrussamad ketika dikonfirmasi lewat pesan, Kamis (9/5/2024).

Seputar apakah akan ada lagi penyusunan Kementerian Penerangan, Kamrussamad menyebut Budi hanya berkelakar saja.

“Beliau berkelakar,” tukas member Komisi XI DPR RI itu.

Dilansirnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuka suara terkait dirinya yang diisukan bakal menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) dalam kabinet pemerintahan baru pada periode mendatang.

“Apabila ada posisi kayak zamannya Pak Harto jadi Menteri Penerangan yang ngurusin wartawan, aku mau jadi Menteri Penerangan,” kata Menkes Budi ketika dijumpai di Jakarta, Rabu (8/5/2024), demikian dikutip Antara.

Terserah Presiden Terpilih
Dikala ditanya lebih lanjut, Menkes Budi tidak mengiyakan maupun menepis kabar tersebut.

“Itu kan pembicaraan teman-teman wartawan, yang memastikan kan nanti presiden yang memilih,” ucap Budi.

Memasuki usianya yang ke-60, Menkes Budi mengucapkan dirinya justru mau mengerjakan hal lain, seperti mau mengikuti kejuaraan laga lari marathon di Berlin, Jerman.

“Mengapa? Sebagai Menkes wajib beri figur, kan hidup sehat,” ujar Budi.

Rekomendasi Menkes
Terlepas dari itu, Menkes Budi memberikan anjuran kepada pemerintahan terpilih untuk tidak sembarang memilih Menteri Kesehatan dan Menteri Pengajaran.

Budi menilai pengajaran dan kesehatan menjadi modal utama dalam menghadapi Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia wajib meningkatkan pemasukannya dengan mengembangkan bonus demografi yang ada, supaya tidak menjadi negara kelas menengah selama-lamanya, atau terjebak dalam middle income trap.

Pengajaran dan kesehatan, kata ia, menjadi dua unsur penting dalam menghasilkan hal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *